Seorang ayah berusia hampir 60 tahun dengan rambut mulai memutih ternyata masih memiliki stamina luar biasa untuk 'menaklukkan' kedua putrinya yang cantik ini dalam skenario keluarga terlarang. Dengan istrinya sedang mengunjungi kerabat selama beberapa hari ke depan rumah neneknya (atau mertua), sang pria tua akhirnya melihat kesempatannya untuk mendekati dua gadis muda yang diam-diam ia dambakan sejak lama. Meskipun secara biologis mereka adalah darah dagingnya sendiri, ia memandang mereka hanyalah gadis biasa di puncak masa remaja—cantik lincah dan menggoda dalam segala aspek. Penisnya menegang nyeri setiap kali mereka berjalan di rumah mengenakan piyama ketat tanpa celana dalam; satu-satunya pikirannya hanyalah menjatuhkan mereka dan menancapkan batang kerasnya itu ke lubang kemaluan merah muda mereka.
Ketegangan semakin memuncak saat sang ayah memperhatikan rutinitas harian putri-putrinya, tubuh remaja mereka nyaris terselubung di balik kain tipis. Ia tahu ini salah, tetapi hasrat yang terpendam bertahun-tahun telah membuatnya menjadi orang yang nekat. Ketika kesempatan itu tiba, ia bergerak maju, mendekati mereka satu per satu dengan campuran otoritas seorang ayah dan nafsu mentah yang membara. Kedua putri tersebut terkejut dengan godaan mendadak dari sang ayah, namun ada rasa ingin tahu tak terucapkan di mata mereka ketika menyadari apa yang diinginkan ayahnya. Adegan ini berkembang dengan detail eksplisit saat batasan dilanggar dan ikatan keluarga menjadi terpuntir menjadi sesuatu yang jauh lebih primitif.
Produksi JAV ini menampilkan para pemeran Jepang Mio Momose, Satomi Nomiya, Yukina Ehara, dan Anna Momoi dalam peran *roleplay* inses hardcore yang melanggar setiap tabu. Penonton yang menyukai dinamika keluarga terlarang dengan ayah dewasa dan putri remaja yang patuh akan menemukan banyak pemuas hasrat di sini. Kisah ini berlanjut melebihi pengaturan awal ini ke bagian kedua yang mengeksplorasi kedalaman depravitas antara ketiga karakter ini.