Ayah! Maafin Aku: Obsesi Mertua pada Menantu Perempuannya
26VIEWS
115m26sDURATION
95%LIKES
HDQUALITY
Control Deck
Setelah ibu tercinta meninggal tiga bulan lalu di Tokyo—tempat kami pindah dari Vietnam—ayah tiriku jatuh ke dalam siklus destruktif perjudian dan minum alkohol berlebihan. Suamiku terlalu baik untuk langsung menegurnya; bersama-sama kami memilih mengabaikan kebiasaan buruknya. Namun ilusi itu hancur ketika aku menyaksikan dia dengan berani menyambar dana rumah tangga tepat di depanku untuk membiayai taruhan berikutnya. Dia bukan sekadar mencuri; dia sedang mengambil alih kendali hidup kami.
Sebagai tambahan kejutan (atau mungkin kesenangan!), dia menemukan rahasia terdalamku: suamiku kesulitan memuaskanku sepenuhnya. Tertangkap basah sedang masturbasi sendirian di malam hari di bawah tatapannya yang waspada, ayah tiriku tidak mundur karena malu. Sebaliknya, dia merebut uang curian itu dan melanjutkan untuk 'mengambil'ku secara paksa. Namun, alih-alih menimbulkan rasa benci padanya, ekstase murni dari gairahnya benar-benar menaklukkanku.
Sejak malam itu, dinamika baru telah tertanam kuat. Setiap kali suamiku bersiap tidur di malam hari, aku diam-diam menyelinap ke kamar ayah tiriku untuk menjadi pasangannya dengan rela hati, mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibu kandungku. Pengaturan intim ini lebih dari sekadar pengganti; ini adalah penyerahan diri yang lezat di mana aku mendambakan sentuhan dominan darinya melebihi segalanya.