Didorong oleh kecintaan sejati pada profesi mengajar dan sifatnya yang penuh kasih sayang terhadap murid-muridnya, Motozawa sangat dihormati oleh kelasnya. Namun, justru sifat baik hati dan permisif inilah yang menarik perhatian beberapa murid laki-laki nakal. Saat jam istirahat di ruang kantor yang juga berfungsi sebagai ruang kelas, dua murid laki-laki yang bersemangat dengan berani memasuki ruangannya.
Awalnya didorong oleh rasa ingin tahu remaja tentang hal-hal dewasa, mereka mulai bertanya kepada guru mereka tentang keintiman manusia. Setelah Motozawa dengan sabar menjelaskan kompleksitas seksualitas kepada mereka—memicu hasrat remaja yang kuat dalam tubuh muda mereka—anak-anak itu menuntut untuk bercinta dengan instruktur tercinta mereka.
Meskipun awalnya ragu untuk menuruti bujukan mereka, sifat Motozawa yang cenderung memanjakan akhirnya menang. Ingin memberikan murid-muridnya pendidikan langsung tentang biologi fisik, dia akhirnya setuju untuk membiarkan mereka mengeksplorasi pengalaman seksual langsung di tubuhnya. Guru yang berdedikasi ini sekali lagi membuktikan betapa dia mencintai profesinya!