Saat Mikuni dan suaminya berlibur kembali ke kampung halaman untuk mengunjungi keluarga—termasuk adik laki-laki mereka yang masih duduk di bangku SMA—suasana seketika dipenuhi gairah seksual. Dikenal sebagai wanita yang sangat bebas dan haus akan seksualitas,
iparnya tidak membuang waktu sedetik pun. Begitu memasuki teras rumah orang tua mereka sebagai markas utama perburuan,
targetnya langsung tertuju pada si adik laki-laki tampan itu. Ia mulai menggoda adiknya tanpa henti dengan aksi-aksi sugestif yang menguji batas kesabarannya. Meskipun sang adik berusaha keras menjaga ketenangan menghadapi provokasi konstan dari iparnya—sebuah bukti hasratnya yang mulai membara—ia menolak melepaskan dorongan seksual dahsyat dalam dirinya.