Melody Marks sedang asyik dengan tingkah nakalnya saat diawasi oleh tutornya. Meskipun terkurung di dekat area kerja Dorian Del Isla—yang dengan tekun menangani tugas-tugasnya—Melody tak bisa menahan diri untuk diam-diam melirik ponselnya. Ketika Dorian melihatnya teralih dari pelajaran dan memanggilnya untuk diingatkan tentang akademis secara tegas,
Melody enggan memasukkan perangkatnya ke saku namun sama sekali tidak berniat duduk manis untuk belajar. Alih-alih fokus pada buku teks atau tugas pekerjaan rumah (hal terakhir yang ada di pikirannya), ia memulai permainan pemberontakan baru. Dengan selembar kertas yang cepat disobek dan sedotan penuh semangat di mulutnya, ia meluncurkan balon air kejutan langsung ke arah sang guru yang tampak kesal!
Tingkat pembangkangan ini akhirnya mendorong Dorian melewati batas kesabarannya. Karena tidak tahan lagi dengan ketidakpatuhan main-main Melody, ia memutuskan hukuman berat: memaksa ereksinya yang kaku masuk ke dalam mulut Melody sebagai pelajaran kepatutan yang memuaskan. Saksikan bagaimana murid nakal ini berhadapan dengan pendidik yang tegas namun penuh gairah!